-->

Header Menu

Bukan Hanya Angin Segar, Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, ALHAMDULILLAH

Wakil ketua umum forum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK35+) Yusak mengungkapkan bagaimana sulitnya para guru agama untuk mendapatkan sertifikasi pendidik. Mereka terbentur dengan aturan mengajar 24 jam, sementara jam mata pelajaran (mapel) agama hanya sedikit.


 

"Pemerintah harus melihat kondisi guru agama kita. Para ustaz dan pendeta yang mengajar pendidikan agama Islam, agama Kristen itu susah mendapatkan sertifikasi karena mereka jam pelajarannya sedikit," kata Yusak kepada JPNN.com, Selasa (9/2). 

Lanjut Yusak, pemerintah memuliakan para rohaniawan. Apa jadinya negara ini tanpa ada guru agama. Dia menilai kebijakan pemerintah seringkali tidak melihat kondisi di lapangan. Sebagai contoh sertifikat pendidik (serdik), yang persyaratannya tidak bisa dijangkau oleh seluruh guru honorer. Kemudian rekrutmen guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang sangat bertentangan dengan aspirasi seluruh guru honorer dan tenaga kependidikan terutama usia di atas 35 tahun. Mengingat guru honorer dan tendik ada karena sekolah kekurangan tenaga pengajar. 

Baca Juga :  ALHAMDULILLAH, Ini Ikhtiar MOELDOKO untuk Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Guru Honorer, Wajib Disimak Baik-Baik

Baca juga: MOELDOKO : Tak Usah GALAU ! Tak Lolos CPNS dan PPPK Gaji Guru Honorer Di Pastikan Dinaikkan oleh Pemerintah, Kesejahteraan Guru Honorer Di Utamakan ! Alhamdulillah

Mengucap Syukur, Kami Ikut Senang "Mestinya kan ya pemerintah cek di lapangan kondisinya seperti apa. Kenapa tidak angkat saja guru honorer yang sudah bekerja jadi PNS. Toh kemampuan mereka sudah teruji," ucapnya. 

Kalau kualitasnya jelek, lanjut Yusak, kenapa guru honorer tetap dipertahankan. Tidak adil begitu ada anggaran pemerintah malah merekrut guru CPNS. Sedangkan guru honorer disuruh ikut tes dan bersaing dengan yang muda-muda.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Mendikbud Nadiem Beri Kabar Kembira Untuk Guru dan Kepala Sekolah, Simak Selengkapnya, InsyaAllah Bakal Tersenyum Lebar !

Kami tegaskan lagi PPPK bukan untuk guru honorer dan tendik. PPPK untuk pelamar umum. Kami tetap menuntut Keppres pengangkatan PNS tanpa tes," tegasnya. 

Baca Juga :   RESMI, Nadiem Makarim Berikan 3 Bulan Tunjangan Khusus Untuk Guru, Alhamdulillah

Baca Juga : Alhamdulillah Ini Janji Menteri Nadiem Yang Wajib Di Ketahui Untuk Prioritaskan Guru Honorer Lebih Sejahtera dan Gaji Tinggi

Dia optimistis regulasi itu akan diperoleh mengingat dukungan pengangkatan guru honorer dan tendik menjadi PNS terus berdatangan dari kepala daerah maupun DPR RI. GTKHNK35 bahkan sudah bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menyampaikan aspirasinya

Artikel ini tayang dengan judul Bukan Hanya Angin Segar, Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, ALHAMDULILLAH

4 Responses to "Bukan Hanya Angin Segar, Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, ALHAMDULILLAH"

  1. Kebanyakan dibahas terus dan bertahun_tabun tentang honorer hampir sama pensiun kasihan mereka hanya menunggu_menunggu terutama honorer Kemenag menjadi anak tiri, di kemendiknas lancar2 saja, sama2 warga negara dan bayar pajak. Saatnya HARUS Buka hati hapus diskriminasi pendidikan, honorer tdk hanya di Kemendiknas sj ....

    BalasHapus
  2. Untuk apa di tes lagi sudah cukup pengabdian kami untuk negeri ini, seandainya kami ini tidak layak untuk mendidik tak mungkin anak-anak kami sekarang yang suda kami didik sudah menjadi orang-orang hebat, sakit hati kami kalau mengangap kami ini tidak layak dan perlu dites.harapan kami pak presiden mengeluarkan kepres pns, terimakasih.

    BalasHapus
  3. di tunggu ta di tunggu....sampai berlalu 2020 sekarang dh bln 3 2021 kapan ya mulai perekrutannya

    BalasHapus
  4. Ya...hanya bisa pasrah tetap berdoa,sekecil harapanpun masih ada, kami sadar bahwa berharap pada Manusia banyak kecewanya,yang terpenting bagi bapak ibu orang penting buka mata buka hati untuk kita yg sudah Tua, pensiunpun tak ada masa tega ya kawan. Masih disuruh berjuang dengan yg muda murid kita pula? Wkwkwkkk

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel