-->

Header Menu

Banjir Dukungan Di Semua Lini, Presiden Jokowi Tinggal Terbitkan Keppres Angkat Guru Honorer Jadi PNS

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mengangkat tenaga kependidikan honorer yang berusia lebih dari 35 tahun untuk menjadi PNS.


Hal itu dilakukan DPR setelah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KN-ASN), perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia Tiga Puluh Lima Tahun ke Atas (GTHNK 35+), serta PP Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI) di Kompleks Parlemen, Senayan.

"Selain masalah kesejahteraan, terdapat masalah diskriminasi yang terjadi akibat adanya pembedaan PNS dan Non-PNS di kalangan tenaga pendidik. Saya harap kedepannya tenaga honorer tidak lagi mendapatkan perlakuan yang berbeda," kata Andreas, Kamis ).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa tenaga Non-PNS pendidikan yang lebih populer dikenal sebagai guru honorer dengan usia 35 tahun keatas yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun menjadi tenaga pendidik telah memiliki kematangan emosional, psikologis, dan pemahaman pedagogis yang sudah teruji.

Baca Juga : Alhamdulilah Wapres Ma'ruf Amin RESMI Dukung Guru Honorer Jadi PNS, Peluang Guru Honorer Kian Semakin Besar, Tinggal Menunggu Waktu

Baca Juga :  RESMI, Nadiem Makarim Berikan 3 Bulan Tunjangan Khusus Untuk Guru, Alhamdulillah

"Oleh kerena itu, tahun 2021 menjadi titik balik perjuangan tenaga honorer di bidang kependidikan yang berusia diatas 35 tahun di seluruh Indonesia agar dapat diangkat menjadi PNS tanpa melalui tes," tegasnya.

Selain itu komisi X DPR RI menunjukkan keseriusannya membahas nasib guru honorer dan tenaga kependidikan (tendik) terutama usia di atas 35 tahun menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Rencananya, bulan depan Panja pengangkatan guru dan tenaga kependidikan (GTK) Honorer menjadi ASN yang diketuai Agustina Wilujeng mulai membahas masalah tersebut.

“Panja GTK menjadi ASN sudah rapat internal buat TOR dan rancangan jadwal,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih kepada JPNN.com, Selasa (9/2).

Dia menegaskan, Panja GTK ini sangat serius dan fokusnya menyelesaikan masalah guru honorer dan tendik. Targetnya mereka diangkat PNS.

Baca Juga : DPR : Guru Honorer Dengan Masa Kerja 5 Tahun Yang Di Angkat Jadi PNS Tanpa TES, Hanya Seleksi Administrasi Saja !

"Sudah saatnya guru-guru honorer terutama yang masa kerjanya di atas lima tahun diangkat PNS," ujar Dede Yusuf, Ketua Komisi X DPR-RI. 

Intip Pasalnya Hal itu dikatakan saat memimpin rapat dengar pendapat dengan pejabat eselon I Kemendikbud, Kemenkeu, Kemendagri, KemenPAN-RB, BKN secara virtual, Senin (18/1/2021).  Dede Yusuf menyarankan, pengangkatan tersebut dilakukan tanpa tes, dan hanya berdasarkan seleksi administrasi. 

Tanpa tes. Mereka sudah terbukti bekerja kok," tambahnya. Dia menambahkan, solusi pengangkatan guru honorer tersebut sangat tepat direalisasikan saat pandemi covid-19 yang sangat berdampak pada melambatnya laju ekonomi.

Baca Juga : BUAT Guru, Inilah Syarat MUTLAK Tunjangan Profesi Guru 2021 CAIR Menurut ATURAN Dirjen GTK Kemendikbud

Dengan demikian, pendapatan mereka bisa meningkat. "Pemerintah lagi pusing karena ekonomi melambat. Saran kami, angkat guru honorer jadi PNS. Saya yakin ekonomi akan bergerak, karena daya beli masyarakat pasti meningkat," tambahnya. 

Artikel ini tayang dengan yang dikutip dari suara.com dengan judul Banjir Dukungan Di Semua Lini, Presiden Jokowi Tinggal Terbitkan Keppres Angkat Guru Honorer Jadi PNS, Mohon Bersabar 

2 Responses to "Banjir Dukungan Di Semua Lini, Presiden Jokowi Tinggal Terbitkan Keppres Angkat Guru Honorer Jadi PNS"

  1. Mohon mf, guru honorer yg sdh mengabdi di daerah 3T bisa langsung diangkat dan di tempatkan pd sekolah ybs. Sehingga tdk perlu datang tenaga baru atau PNS yg nantinya terkesan menggeserkan tenaga honorer yg sudh mengabdi sekian lama di sekolah tsb. Trims

    BalasHapus
  2. Saya sangat setuju Bpk. Presiden membuat Kepres utk pengangkatan guru honorer tanpa tes. Tapi hanya seleksi administrasi seperti tahun kemarin. Trims

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel