-->

Header Menu

Adakah THR dan Gaji ke-13 PNS di Tengah Wabah Corona Ini? Begini Penjelasan Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan mengkaji kembali pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu dalam rangka menghemat belanja negara akibat wabah virus corona baru atau COVID-19.

“Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu untuk dipertimbangkan lagi mengingat beban belanja negara yang meningkat,” kata Sri Mulyani dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI secara daring di Jakarta, Senin.
Sri Mulyani menyatakan hal tersebut perlu dipertimbangkan karena penerimaan negara pada tahun ini diprediksikan mengalami penurunan sebesar 10 persen yaitu Rp1.760,9 triliun atau hanya 78,9 persen dari target APBN 2020 Rp2.233,2 triliun.
Penerimaan negara turun di antaranya karena pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia.

“Bapak Presiden dan sidang kabinet masih akan melaksanakan beberapa langkah-langkah seperti tambahan bantuan sosial atau penghematan belanja,” ujar Sri Mulyani.
Sementara itu, belanja negara meningkat hingga Rp2.613,8 dari sebelumnya Rp2.504,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka meningkatkan kesiapan pada sektor kesehatan dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19.
“Juga kebutuhan untuk melindungi dunia usaha baik dalam bentuk pajak dan tambahan relaksasi,” ujarnya.
Sri Mulyani menyatakan dengan perkiraan belanja negara yang melebihi postur APBN 2020 maka untuk defisit diproyeksikan sebesar 5,07 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau meningkat dari Rp307 triliun menjadi Rp853 triliun pada tahun ini.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berupaya menghemat belanja negara sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 yang meminta seluruh K/L dan pemerintah daerah untuk melakukan realokasi anggaran.

“Ini masih di dalam proses untuk terus kami melakukan penyempurnaan. Bapak presiden menyampaikan instruksi untuk meningkatkan belanja kesehatan dan bansos serta mendukung dunia usaha,” kata Sri Mulyani. (antara/jpnn)
sumber : jpnn

Cek Rincian Gaji PNS Gaji 13 dan THR 2020 KLIK DISINI

7 Responses to "Adakah THR dan Gaji ke-13 PNS di Tengah Wabah Corona Ini? Begini Penjelasan Sri Mulyani"

  1. Gmn dgn sertifikasi guru yg sampai saat ini blm trbayarkan, guru swasta dsni pnya anak & istri yg hrs d nafkahi. Yg tahun lalu aja pemerintah pnya hutang 6 bln belum trbayarkn, masak yg skrg mau dihutangi lg, tolong difikirkn kembali dgn keadaan kami dsni karna kami sdah bekerja maksimal sampai buat pekerjaan online kpda ank didik kami.apa pemerintah tdk mikir klo online itu jg btuh uang, jgn mikir yg PNS trs, kasihanilah kami yg cm guru swasta😒😒
    Sekali lg kami minta secepatnya & disegerakan ntuk segera dicairkan kdpa pemerintah pusat, demi Allah kami sangat2 membutuhkn πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  2. Tidak adakah anggaran pd sektor lain yg bisa digunakan selain anggaran pendidikan? Kami ASN telah melaksanakan kewajiban kami dengan maksimal. Masa tunjangan yg merupakan hak kami yg lagi- lagi akn dikorbankan?. Banyak kok sektor lainnya yg bisa, misalnya anggaran pembangunan insprastruktur. Bisa khan dipending dul, digunakan dananya untuk keperluan lain?. Yg lainnya, seperti dana ratusan trilyun yg disiapkan pemerintah untuk pemindahan ibu kota. Bisa khan dipending dulu, dialihkan sebagian dananya untuk keperluan lain?. Banyak koq anggaran lainnya yg bisa digunakan dulu selain tunjangan untuk ASN itu.

    BalasHapus
  3. Gaji para Pensiunan juga tolong di perhatikan Bu menteri. Kecil. Belum layak. Tks

    BalasHapus
  4. KLO emamk gag ada solusi lain, apa boleh buat kami ASN pasrah az dech...

    BalasHapus
  5. Seharusnya para pejabat negara yang pertama tunjangannya di sumbangkan ke negara, bukan ASN yang kecil tunjangannya di obok2, INILAH ketidakmampuan pemimpin dan tdk memihak kepada ASN yg dari periode 1 sampai saat ini tdk ada kenaikan gaji yg memperbaiki kehidupan ASN...bahkan mencekik rakyat kecil......

    BalasHapus
  6. Bapak Presiden yang terhormat dan ibu Menteri Keuangan yang terhormat, mohon dikaji kembali untuk Aparatur Negara yang tidak memiliki penghasilan tambahan selain gaji dan tunjangan. Contoh seorang PNS biasa golongan IV masa kerja 10 tahun, mendapatkan gaji sebesar Rp. 3.4 jt dengan Tunjangan bervariasi sesuai kondisi daerah masing-masing. Mampukah dia hidup dengan perkiraan Take Home Pay sebesar Rp. 5jt di masa pandemi ini?Dengan asumsi yang bersamgkutan memiliki keluarga yang terdiri dari istri dan 2 anak?Ditambah beban pembayaran Listrik, Air, Transportasi dan cicilan rumah?
    Mengapa PNS tidak mendapatkan kompensasi penundaan cicilan?
    Adakah semua telah terkaji dengan baik?

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel